Skip to Content
Loading
Admin Ma'had
Admin Ma'had
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

10 Langkah Menghafal al-Qur'an #3 - Menghafal al-Qur'an Adalah Kekhususan Ummat Ini Dan Tanpa Batasan Waktu

 

Menghafal al-Qur’an Termasuk Kekhususan Ummat Ini

Allah menganugerahkan ummat ini dengan menjadikannya sebagai ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia dan juga Allah memberikan kemudahan bagi mereka untuk menjaga Kitab-Nya yang mulia, baik dengan penjagaan teks maupun melalui hafalan. Allah berfirman:

بَلۡ هُوَ ءَايَٰتُۢ بَيِّنَٰتٞ فِي صُدُورِ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَۚ ٤٩ [ العنكبوت: 49]

Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. [Al 'Ankabut:49]

Maka ummat ini menjaga al-Qur’an di dalam dada-dada mereka sampai Allah mewariskan bumi ini kepada orang yang ada di atasnya.

Dalam hadits qudsi:

وَأَنْزَلْتُ عَلَيْكَ كِتَابًا لا يَغْسِلُهُ المَاءُ، تَقْرَؤُهُ نَائِمًا وَيَقْظَانَ.

Aku menurunkan kitab kepadamu yang tidak basah oleh air, engkau membacanya dalam keadaan tidur dan terjaga.” [HR. Muslim]

Telah datang Riwayat tentang sifat ummat ini di dalam Taurat dan Injil:

أَنَاجِيلُهُمْ فِي صُدُورِهِمْ

Kitab suci mereka di dalam dalam dada-dada mereka” yaitu Qur’an mereka dan ilmu mereka. Hal ini berbeda dengan ummat-ummat terdahulu dari kalangan Yahudi dan Nasrani. Sesungguhnya mereka tidak menjaga (menghafal) kitab-kitab mereka dan tidak diberikan kekhususan ini. Kemudian mereka melakukan tahriif (perubahan) dan tabdiil (pergantian) terhadap kitab mereka, sehingga mereka sesat dan menyesatkan. Hanya milik Allah-lah segala puji.

Kemudahan al-Qur’an Untuk Dihafal

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya bahwasannya menghafal (menjaga) al-Qur’an adalah kekhususan ummat ini. Hal tersebut tidak akan terjadi jika bukan karena Allah yang membuat mudah al-Qur’an untuk dihafal.

Allah mudahkan ayat-ayatnya untuk diucapkan oleh lisan, dan dihafalkan di dalam dada. Allah berfirman:

وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ  ١٧ [ الـقمـر: 17]

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? [Al Qamar:17]

Yaitu Kami memudahkannya untuk dihafal dan Kami menolong orang yang ingin menghafalnya. Apakah ada yang menerimanya dan berusaha untuk menghafalnya? Maka akan dibantu. [Tafsir al-Qurthubi]

Bukankah ada anak-anak yang umurnya kurang dari 10 tahun dapat menghafal al-Qur’an? Bukankah ada orang yang tidak berbahasa Arab namun dapat menghafal al-Qur’an secara keseluruhan? Hal ini menunjukkan bahwa al-Qur’an memang dimudahkan dan banyak dapat kita saksikan buktinya.

Menghafal al-Qur’an Tidak Terbatas Umur

Banyak orang menyangka bahwa menghafal al-Qur’an terbatas pada masa tertentu dari kehidupan seseorang, yaitu masa kecil. Mereka senantiasa mengulang-ngulang istilah yang terkenal:

Belajar di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu

Mereka juga berargumen bahwa

Fitrahnya orang dewasa adalah pikirannya sibuk dengan perkara-perkara dunia dan selainnya

Faktanya, pernyataan ini perlu ditinjau ulang!

Benar bahwa menghafal di waktu kecil memiliki banyak hal positif dan memiliki keistimewaan tersendiri. Namun masa untuk dapat menghafal tidaklah terbatas pada masa tersebut. Seseorang setelah adanya taufik dari Allah, ia bersungguh-sungguh, sabar, dan tekun maka dengan izin Allah ia dapat menghafal al-Qur’an meskipun di usia senja.

Para shahabat -semoga Allah meridhai mereka- tatkala al-Qur’an turun kepada mereka, mereka menghafalnya dan mengumpulkannya di dalam dada mereka padahal ketika itu mereka bukan di masa anak-anak. Di antaranya adalah khalifah yang empat, Ubay bin Ka’ab, Zaid bin Tsabit, Ibnu Mas’ud, dan selain mereka. Kepada nama-nama tersebut bermuaranya sanad-sanad qira’at.

Ibnu ‘Abbad berkata “Rasulullah wafat ketika aku berusia 12 tahun, dan aku telah membaca al-muhkam (yaitu al-mufashshal).” [HR. Al-Bukhari]

Yang dimaksud dengan al-mufashshal adalah dari surah al-Hujurat sampai surah al-Nas. Hal itu berarti bahwa beliau menyelesaikan hafalan al-Qur’annya dengan shahabat yang lain seperti Ubay bin Ka’ab dan Zaid bin Tsabit.

Telah datang riwayat dari ‘Umar semoga Allah meridhainya bahwa ia menghafal surah al-Baqarah selama 10 tahun. Tatkala beliau menyelesaikannya, beliau menyembelih hewan sebagai bentuk syukur kepada Allah. Hal ini menunjukkan bahwa menghafal tidak dibatasi dengan batasan umur tertentu. Allah juga berfirman:

وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ  ١٧ [ الـقمـر: 17]

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? [Al Qamar:17]

 Hal ini berlaku umum, di setiap waktu dan di umur berapa pun tanpa dibatasi oleh masa tertentu.

 

Share

Related Posts

Post a Comment

Confirmation of Closure

Are you sure you want to close this video playback?