- Posted by : Ummu Waraqah
- on : November 02, 2025
Menghafal al-Qur’an Termasuk Kekhususan Ummat Ini
Allah
menganugerahkan ummat ini dengan menjadikannya sebagai ummat terbaik yang
dilahirkan untuk manusia dan juga Allah memberikan kemudahan bagi mereka untuk
menjaga Kitab-Nya yang mulia, baik dengan penjagaan teks maupun melalui
hafalan. Allah berfirman:
بَلۡ هُوَ ءَايَٰتُۢ
بَيِّنَٰتٞ فِي صُدُورِ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَۚ ٤٩ [ العنكبوت: 49]
Sebenarnya, Al Quran itu adalah
ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. [Al 'Ankabut:49]
Maka ummat ini menjaga al-Qur’an di
dalam dada-dada mereka sampai Allah mewariskan bumi ini kepada orang yang ada
di atasnya.
Dalam hadits qudsi:
وَأَنْزَلْتُ عَلَيْكَ
كِتَابًا لا يَغْسِلُهُ المَاءُ، تَقْرَؤُهُ نَائِمًا وَيَقْظَانَ.
“Aku menurunkan kitab
kepadamu yang tidak basah oleh air, engkau membacanya dalam keadaan tidur dan
terjaga.” [HR. Muslim]
Telah datang Riwayat tentang sifat
ummat ini di dalam Taurat dan Injil:
أَنَاجِيلُهُمْ فِي
صُدُورِهِمْ
“Kitab
suci mereka di dalam dalam dada-dada mereka” yaitu Qur’an mereka dan ilmu
mereka. Hal ini berbeda dengan ummat-ummat terdahulu dari kalangan Yahudi dan
Nasrani. Sesungguhnya mereka tidak menjaga (menghafal) kitab-kitab mereka dan
tidak diberikan kekhususan ini. Kemudian mereka melakukan tahriif
(perubahan) dan tabdiil (pergantian) terhadap kitab mereka, sehingga
mereka sesat dan menyesatkan. Hanya milik Allah-lah segala puji.
Kemudahan al-Qur’an Untuk
Dihafal
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya bahwasannya menghafal (menjaga)
al-Qur’an adalah kekhususan ummat ini. Hal tersebut tidak akan terjadi jika
bukan karena Allah yang membuat mudah al-Qur’an untuk dihafal.
Allah mudahkan ayat-ayatnya untuk diucapkan oleh lisan, dan dihafalkan di
dalam dada. Allah berfirman:
وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا
ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ
١٧ [ الـقمـر: 17]
Dan
sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang
yang mengambil pelajaran? [Al Qamar:17]
Yaitu Kami memudahkannya untuk dihafal dan Kami menolong orang yang ingin
menghafalnya. Apakah ada yang menerimanya dan berusaha untuk menghafalnya? Maka
akan dibantu. [Tafsir al-Qurthubi]
Bukankah ada anak-anak yang umurnya kurang dari 10 tahun dapat menghafal
al-Qur’an? Bukankah ada orang yang tidak berbahasa Arab namun dapat menghafal
al-Qur’an secara keseluruhan? Hal ini menunjukkan bahwa al-Qur’an memang
dimudahkan dan banyak dapat kita saksikan buktinya.
Menghafal al-Qur’an Tidak
Terbatas Umur
Banyak orang menyangka bahwa menghafal al-Qur’an terbatas pada masa
tertentu dari kehidupan seseorang, yaitu masa kecil. Mereka senantiasa
mengulang-ngulang istilah yang terkenal:
Belajar
di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu
Mereka
juga berargumen bahwa
Fitrahnya
orang dewasa adalah pikirannya sibuk dengan perkara-perkara dunia dan selainnya
Faktanya,
pernyataan ini perlu ditinjau ulang!
Benar bahwa menghafal di waktu kecil memiliki banyak hal positif dan
memiliki keistimewaan tersendiri. Namun masa untuk dapat menghafal tidaklah terbatas
pada masa tersebut. Seseorang setelah adanya taufik dari Allah, ia bersungguh-sungguh,
sabar, dan tekun maka dengan izin Allah ia dapat menghafal al-Qur’an meskipun
di usia senja.
Para shahabat -semoga Allah meridhai mereka- tatkala al-Qur’an turun kepada
mereka, mereka menghafalnya dan mengumpulkannya di dalam dada mereka padahal
ketika itu mereka bukan di masa anak-anak. Di antaranya adalah khalifah yang
empat, Ubay bin Ka’ab, Zaid bin Tsabit, Ibnu Mas’ud, dan selain mereka. Kepada nama-nama
tersebut bermuaranya sanad-sanad qira’at.
Ibnu ‘Abbad berkata “Rasulullah wafat ketika aku berusia 12 tahun, dan
aku telah membaca al-muhkam (yaitu al-mufashshal).” [HR. Al-Bukhari]
Yang dimaksud dengan al-mufashshal adalah dari surah al-Hujurat
sampai surah al-Nas. Hal itu berarti bahwa beliau menyelesaikan hafalan al-Qur’annya
dengan shahabat yang lain seperti Ubay bin Ka’ab dan Zaid bin Tsabit.
Telah datang riwayat dari ‘Umar semoga Allah meridhainya bahwa ia
menghafal surah al-Baqarah selama 10 tahun. Tatkala beliau menyelesaikannya,
beliau menyembelih hewan sebagai bentuk syukur kepada Allah. Hal ini
menunjukkan bahwa menghafal tidak dibatasi dengan batasan umur tertentu. Allah juga
berfirman:
وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا
ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ
١٧ [ الـقمـر: 17]
Dan
sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang
yang mengambil pelajaran? [Al Qamar:17]
Hal ini berlaku umum, di setiap waktu dan di umur
berapa pun tanpa dibatasi oleh masa tertentu.
